Pernah nggak sih kalian ke perpustakaan atau minimarket terus ngeliat barang-barangnya itu rapi banget karena memang dikelompokin berdasarkan barang-barang tertentu? Kayak buku di perpustakaan, pasti dikumpulin berdasarkan kategori tertentu gitu kan? misalnya Buku IPA disatuin sesama buku IPA, buku novel disatuin sesama buku novel, begitu juga dengan yang lainnya. Kenapa, ya, mereka nggak nyampur-nyampurin semua buku? yuk, kita cari tahu!
Pernah nggak sih kalian bingung nyari pasta gigi di minimarket? Pasti nggak, kan? Soalnya, semua barang di minimarket itu udah punya tempat masing-masing. Pasta gigi pasti ada di rak perawatan diri, minuman pasti ada di lemari pendingin. Nah, ini tuh contoh yang paling gampang buat ngerti kenapa pengelompokan atau klasifikasi itu penting. Dengan ngelompokkin barang, kita jadi lebih gampang nyari apa yang kita butuhin, kan
Untuk membuat klasifikasi lebih mudah, para ilmuwan menggunakan sebuah model yang disebut kunci klasifikasi.
Ilmuwan menggunakan kunci klas ifikasi karena beberapa alasan berikut.
a. Lebih mudah digunakan
b. Menunjukkan sekilas apa yang membedakan karakteristik yang dimiliki setiap kelompok.
c. Memudahkan untuk mengidentifikasi objek yang belum pernah terlihat sebelumnya.
d. Selalu memberikan hasil yang konsisten, siapapun yang menggunakannya.
Terdapat beberapa jenis kunci klasifikasi, di antaranya kunci percabangan, kunci dikotomi, kunci format tabel dan kunci melingkar. kali ini kalian akan mempelajari tentang kunci klasifikasi dengan metode kunci dikotomi dan kunci format tabel.
Kunci Dikotomi
Pernah nggak sih kalian main tebak-tebakan? Kayak, 'Kamu lebih suka kucing atau anjing?' Nah, kunci dikotomi itu kayak gitu, tapi lebih kompleks. Ini kayak peta jalan buat ngenalin makhluk hidup. Misalnya, kamu mau tahu nih, hewan yang kamu temuin itu serangga apa bukan. Nah, kunci dikotomi bakal ngasih kamu dua pilihan di setiap percabangannya, terus kamu tinggal pilih yang cocok. Sampai akhirnya kamu tahu pasti hewan itu apa.
Ini salah satu contoh kunci dikotomi untuk mengklasifikasikan hewan bertulang belakang.
Misalnya kita ingin mengetahui hewan ini termasuk kelompok hewan apa, nah coba kita gunakan kunci dikotomi berikut :
Kunci Determinasi
Selanjutnya kita belajar tentang Kunci determinasi format tabel .
Kunci determinasi format tabel merupakan kunci klasifikasi makhluk hidup yang dibuat berdasarkan deskripsi dalam bentuk tabel.
Nah ini adalah contoh kunci determinasi format tabel :
Dengan kunci tersebut, sekarang mari kita coba tentukan hewan ini termasuk ke dalam kelas apa
Hayo, siapa yang penasaran kenapa kita bisa makan, tidur, dan tumbuh besar? Itu semua karena kita makhluk hidup! Nah, makhluk hidup itu punya ciri-ciri khusus yang membedakan kita sama benda mati kayak batu atau meja.
Penasaran apa aja ciri-cirinya? Yuk, kita bahas satu-satu!
1. Makhluk Hidup Memiliki Kemampuanuntuk Bergerak
Gak ada makhluk hidup yang diam aja, kan? Semua makhluk hidup pasti punya gaya masing-masing! Hewan mah gampang banget buat dilihat gerakannya, dari kucing yang ngejar-ngejar bola sampai burung yang terbang tinggi. Tapi, kalau tumbuhan agak beda nih. Gerakan tumbuhan cukup sulit untuk diamati, salah satu gerakan tumbuhan yang mudah diamati yaitu putri malu, Coba deh kamu sentuh daun putri malu, pasti langsung nutup kayak lagi malu-malu kucing. Selain itu, tumbuhan juga dikatakan bergerak kalau lagi tumbuh atau lagi ketemu cahaya matahari. Jadi intinya semua makhluk hidup itu bergerak!
2. Makhluk Hidup Dapat Tumbuh dan Berkembang
Pas kamu baru lahir, tinggi kamu berapa sih? coba bandingkan dengan sekarang? jauh lebih besar bukan?
atau, Pernah nggak sih kamu ngelihat bibit tanaman yang kecil banget terus jadi pohon yang gede? Nah, itu dia yang namanya tumbuh! Semua makhluk hidup pasti ngalamin proses ini. Ada yang tumbuhnya cepet banget, kayak jamur, tapi ada juga yang santai aja, kayak pohon beringin.
Tau gak kalo sebenernya proses pertumbuhan itu diiringi dengan perkembangan, yaitu proses menuju ke arah dewasa. kamu yang dulu punya mulut tapi belum bisa digunakan untuk ngomong, tapi sekarang mau ngomong apa aja kamu bisa! Begitu juga organ-organ lain, yang berkembang jauh lebih sempurna dibandingkan dulu waktu kecil.
Jadi kelo pertumbuhan itu bertembahnya ukuran, sedangkan perkembangan merupakah bertambahnya kedewasaan atau kematangan.
3. Makhluk Hidup Memiliki Kemampuan Reproduksi
Pernah ngelihat kucing yang punya anak kucing kecil-kecil? Atau tanaman yang berbuah? Nah, itu dia yang namanya reproduksi! Semua makhluk hidup punya cara masing-masing buat nambah anggota keluarga. Ada yang perlu pasangan, kayak manusia, cara ini disebut dengan reproduksi seksual, karena harus ada peleburan antara sel kelamin jantan dan betina, tapi ada juga yang bisa sendirian, kayak bakteri, cara ini disebut dengan reproduksi aseksual. bakteri bisa bereproduksi dengan cara membelah diri.
Intinya reproduksi itu adalah menghasilkan keturunan!
4. Makhluk Hidup Menanggapi Rangsang
Pernah nggak sih kamu nggak sengaja nyentuh panci panas terus langsung narik tangan? Nah, itu tuh namanya kita lagi ngasih respon terhadap suatu rangsangan, yaitu rangsangan yang berupa suhu panas.! Semua makhluk hidup pasti bisa ngerasain rangsangan di sekitarnya dan ngelakuin sesuatu buat ngehadapinnya. Kayak tanaman bunga matahari yang selalu ngikutin arah matahari. Keren kan? Mereka juga bisa ngerasain adanya rangsangan, lho!
5. Makhluk Hidup membutuhkan nutrisi
Pernah ngerasain lapar abis main seharian? Nah, itu tandanya tubuh kita butuh nutrisi buat ngisi ulang energi. Kita dapetin energi dari nutrisi pada makanan. hewan juga gitu. Mereka makan tumbuhan atau hewan lain buat dapetin energi. Energi itu kayak bensin buat tubuh kita, yang bikin kita bisa lari-lari, tumbuh gede, dan banyak lagi. Organisme yang mendapatkan energi dengan cara memakan organisme lain disebut organisme heterotrof. sedangkan Organisme yang dapat membuat makanan sendiri disebut organisme autotrof.
Contoh dari organisme autotrof adalah tanaman, Tanaman bisa bikin makanannya sendiri pakai sinar matahari, lho! Prosesnya namanya fotosintesis. Fotosintesis adalah proses pengubahan senyawa sederhana berupa karbon dioksida dan air menjadi senyawa kompleks yaitu glukosa. Selain glukosa, hasil fotosintesis adalah oksigen.
6. Makhluk Hidup Bernapas
Pernah ngerasain sesak napas kalau lagi lari? Itu tandanya tubuh kita butuh oksigen. Nah, semua makhluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan, butuh oksigen buat napas. Bayangin aja, oksigen itu kayak bensin buat tubuh kita. Kita pakai oksigen buat bakar makanan dan dapetin energi buat aktivitas sehari-hari, selain energi, hasil sampingan dari respirasi adalah karbondioksida dan uap air yang keduanya dikeuarkan oleh tubuh saat menghembuskan napas. Nah, yang unik adalah pada tumbuhan, tumbuhan juga butuh oksigen, tapi mereka juga ngeluarin oksigen buat kita. mereka butuh karbondioksida untuk fotosintesis dan mengeluarkan oksigen hasil dari fotosintesis. Jadi, kita sama tumbuhan tuh kayak lagi tukeran barang, gitu kan? Kita kasih karbon dioksida, mereka kasih ke kita oksigen.
7. Makhluk Hidup Menghasilkan Zat Sisa
Pernah ngerasain haus abis olahraga? Atau ngerasa badan jadi lengket kalau lagi kepanasan dengan keringat yang bercucuran? Nah, itu tandanya tubuh kita lagi ngeluarin zat sisa! Semua makhluk hidup, termasuk kita, itu kayak pabrik kecil yang terus ngeluarin produk sampingan. Produk sampingan ini kalau nggak dibuang, bisa bikin kita sakit. Makanya, kita perlu buang zat sisa berupa keringat, urine, dan hembusan napas. Tumbuhan juga gitu, mereka buang karbon dioksida dan zat sisa lainnya lewat stomata daun.
8. Makhluk Hidup Tersusun Dari Sel
Pernah nggak ngebayangin tubuh kita itu kayak susunan Lego? mirip banget, Cuma bedanya, Lego kita itu namanya sel. Semua makhluk hidup, dari yang sekecil bakteri sampai sebesar paus, terbuat dari sel. Ada yang cuma punya satu sel, kayak Amoeba, tapi ada juga yang punya banyak banget sel, kayak kita. Makkhul hidup yang hanya tersusun dari satu sel disebut dengan uniseluler, sedangkan makhluk hidup yang tersusun dari banyak sel disebut multiseluler. Nah, yang unik adalah virus, virus itu nggak bisa dibilang makhluk hidup, lho. Soalnya dia nggak punya sel. Dia cuma kayak paket kecil yang isinya cuma protein dan DNA atau RNA saja.